CARA KERJA ALAT UKUR MULTIMETER DIGITAL DAN ANALOG

Posted: Maret 21, 2012 in Uncategorized

 

Alat Ukur Multimeter

 

Multimeter adalah suatu alat yang dipakai untuk menguji atau mengukur komponen disebut juga Avometer, dapat dipakai untuk mengukur ampere, volt dan ohm meter. Umumnya sebuah multimeter elektronik mengandung elemen-elemen berikut :

  • Penguat dc jembatan setimbang (balanced bridge dc amplifier) dan alat pencatat.
  • Pelemah masukan atau saklar rangkuman (RANGE), guna membatasi tegangan masukkan pada nilai yang diinginkan.
  • Rangkaian penyearah, untuk mengubah tegangan masukkan ac ke dc yang sebanding.
  • Batere internal dan rangkaian tambahan, guna melengkapi kemampuan pengukuran tahanan.
  • Saklar fungsi (FUNGSI), untuk memilih berbagai fungsi pengukuran dari instrument tersebut.

Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog.

 

Contoh Multimeter Analog:

 

 

MULTIMETER ANALOG

 

Multimeter analog terdiri dari bagian-bagian penting, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

 

1.    Papan skala
2.    Jarum penunjuk skala
3.    Pengatur jarum skala
4.    Knop pengatur nol ohm
5.    Batas ukur ohm meter
6.    Batas ukur DC volt (dcv)
7.    Batas ukur AC volt (acv)
8.    Batas ukur ampere meter DC
9.    Saklar pemilih (dcv, acv, ohm, ampere dc)
10.    Test pin positif (+)
11.    Test pin negatif (-)

 

Adapun cara menggunakan multitester ini ialah sebagai berikut :

 

a.  Jika saklar menunjuk pada ohm meter dapat digunakan mengukur: Transistor, Tahanan, Potensiometer, VR (Variabel Resistor), Kondensator, LS, Kumparan, MF dan trafo, mengukur Kabel, dsb.

 

b. Jika saklar menunjuk pada DC Volt (dcv) dapat digunakan mengukur :

–         Arus dalam suatu rangkaian (arus dc)
–         Mengukur (menguji) accu atau batere

 

c. Jika saklar menunjuk pada AC Volt (acv) dapat dipakai untuk mengukur kuat tegangan AC, ada dan tidaknya arus listrik.

 

d. Jika saklar menunjuk pada DC ampere dapat dipakai untuk mengukur berapa banyak ampere pada accu maupun batere atau catu  daya  (adaptor).

 

MENGUJI RESISTOR

 

Resistor atau tahanan bisa putus. Jika putus maka suatu rangkaian tak akan bisa bekerja atau setidak-tidaknya mengalami keadaan cacat.

 

 

Nilai resistor berdasarkan kode warna.

 

Langkah-langkah pengujian resistor dengan multitester adalah sebagai berikut:

 

a. Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.
b. Tempelkan probe masing-masing pada kawat resistor. Pengukuran jangan sampai tangan menyentuh kawat (salah satu kawat boleh tersentuh asal tidak keduanya).
c. Perhatikan jarum pada papan skala. Jika bergerak berarti resistor baik, jika diam berarti resistor putus

 

MENGUJI TRANSISTOR PNP

 

a.Pastikan kaki kolektor, basis dan emitornya (anda harus mengetahui secara pasti)
b.Saklar pemilih pada multitester harus menunjuk pada ohm meter
c.Probe positif (berwarna merah) ditempelkan pada B (basis).

 

Probe negatif (hitam) ditempelkan pada E (Emitor), jika jarum bergerak maka pindahkan probe negatif pada kolektor. Jika pengukuran pertama dan kedua, jarum bergerak berarti transistor baik. Jika salah satu pengukuran, jarum tidak bergerak berarti transistor rusak

 

MENGUJI TRANSISTOR NPN

 

a. Pastikan kaki-kaki transistor, yang terdiri dari kolektor, emitor dan basis.
b. Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.
c. Tempelkan probe negatif (hitam) pada basis. Probe positif pada kolektor. Jika bergerak berarti antara kolektor dan basis baik.
d. Pindahkan probe negaif pada kaki emitor. Jika bergerak maka emitor dan basis baik. Jika salah satu pengukuran (atau keduanya) jarum tidak bergerak berarti transistor putus.

 

MENGUJI KONDENSATOR ELCO

 

  1. Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.
  2. Perhatikan tanda negatif atau positif yang ada pada badan elco dan lurus pada salah satu kaki.
  3. Probe hitam ditempel pada kaki positif (+) dan probe merah ditempel pada kaki negatif (-). Perhatikan gerakan jarum.
  4. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian kembali ke kiri berarti kondensator ELCO baik.
  5. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian kembali ke kiri namun tidak penuh berarti kondensator ELCO agak rusak.
  6. Jika jarum bergerak ke kanan     kemudian tidak kembali ke kiri   (berhenti) kondensator ELCO bocor.
  7. Jika jarum tak bergerak sama sekali  berarti kondensator ELCO putus. 

MENGUJI TEGANGAN PLN
Multitester juga dapat dipakai untuk menguji atau mengukur tegangan listrik dari jaringan PLN, langkah-langkahnya :

 

  1. Putarlah saklar pemilih pada posisi ACV (perkirakan berapa volt yang diukur). Misalnya anda memperkirakan 220 v maka saklar pemilih harus lebih tinggi yaitu 250 v
  2. Masing-masing probe di tempelkan pada lubang stop kontak. Selanjutnya amati gerakan jarum pada papan skala. Anda akan tahu seberapa besar tegangan listrik yang anda ukur. 

MENGUJI DIODA

 

a. Putar saklar pemilih ke posisi ohm.

b. Probe merah (+) ditempelkan pada

 

kutub katoda dan probe hitam (-) ditempelkan pada kutub anoda. Jika jarum pada papan skala bergerak berarti dioda  baik, jika diam berarti putus.

 

Selanjutnya dibalik : Probe hitam (-) ditempelkan pada kutub katoda dan probe merah (+) ditempelkan pada kutub anoda. Jika jarum diam, berarti dioda dalam kondisi baik, jika bergerak berarti dioda rusak.

 

MENGUKUR DC VOLT

 

Perkirakan seberapa besar DC Volt yang anda ukur. Misalnya jika 10 volt, maka saklar penunjuk harus menunjuk angka lebih besar (50 DC).Probe merah ditempelkan pada kutub positif dan probe hitam ditempelkan pada kutub negatif.

 

MENGUKUR AMPERE METER DC

 

Besarnya arus listrik (DC) yang mengalir dalam suatu rangkaian bisa diketahui dengan menggunakan multitester. Terlebih dahulu perkirakan seberapa besar ampere yang diukur, baru kemudian saklar pemilih diposisikan pada angka yang lebih besar.

 

MULTIMETER DIGITAL

 

Sistem multimeter digital Yaitu sistem mengubah analog menjadi digital. Dalam artian kata pengukuran dilakukan secara analog ( menggunakan bahasa biner) . lalu diubah menjadi digital (bahasa decimal).

 

Prinsip kerja Banyak masukan, terutama yang berasal dari transduser, merupakan isyarat analog yang harus disandikan menjadi informasi digital sebelum masukan itu diproses, dianalisa atau disimpan didalam kalang digital. Pengubah mengambil masukan, mencobanya, dan kemudian memproduksi suatu kata digital bersandi yang sesuai dengan taraf dari isyarat analog yang sedang diperiksa. Keluaran digital bisa berderet (bit demi bit) atau berjajar dengan semua bit yang disandikan disajikan serentak. Dalam sebagian besar pengubah, isyarat harus ditahan mantap selama proses pengubahan.

 

Umumnya sebuah multimeter elektronik mengandung elemen-elemen berikut :

 

1. Penguat dc jembatan setimbang (balanced bridge dc amplifier) dan alat pencatat.
2. Pelemah masukan atau saklar rangkuman (RANGE), guna membatasi tegangan masukkan pada nilai yang diinginkan.
3. Rangkaian penyearah, untuk mengubah tegangan masukkan ac ke dc yang sebanding.
4. Batere internal dan rangkaian tambahan, guna melengkapi kemampuan pengukuran tahanan.
5. Saklar fungsi (FUNGSI), untuk memilih berbagai fungsi pengukuran dari instrument tersebut

 

Cara Menggunakan Multimeter Digital

 

Cara menggunakannya sama dengan multimeter analog, hanya lebih sederhana dan lebih cermat dalam penunjukan hasil ukurannya karena menggunakan display 4 digit sehingga mudah membaca dan memakainya.

 

  1. Putar sakelar pemilih  pada posisi skala yang kita butuhkan setelah alat ukur siap dipakai.
  2. Hubungkan probenya ke komponen yang akan kita ukur setelah disambungkan dengan alat ukur.
  3. Catat angka yang tertera pada multimeter digital.
  4. Penyambungan probe tidak lagi menjadi prinsip sekalipun probenya terpasang terbalik karena display dapat memberitahu.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s